Berita & Artikel

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Threads

TPS3R Desa Gelgel Diresmikan, Solusi Pengelolaan Sampah Secara Holistik Berbasis Sumber

Sebuah langkah besar dalam pengelolaan sampah di Bali resmi diambil dengan diresmikannya Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung. Berkolaborasi dengan perusahaan cleaning service PT Asta Manah Liang, fasilitas ini mengusung prinsip pengelolaan sampah berbasis sumber, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Peresmian ini dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Dr. Drs. I Made Rentin, AP., M.Si, Sekretaris I TP PKK Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, Bupati Klungkung I Made Satria, serta Direktur PT Asta Manah Liang, Putu Gede Indra. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengelola sampah secara efektif.

Solusi Inovatif Menuju Zero Waste

Direktur PT Asta Manah Liang, Putu Gede Indra, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah melakukan penelitian dan pengembangan selama tiga tahun untuk menemukan metode pengelolaan sampah yang paling sesuai dengan kondisi Bali. “Kami ingin memastikan bahwa setiap jenis sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Konsep Zero Waste menjadi landasan utama TPS3R ini,” ujarnya.

Sampah organik akan diolah menggunakan metode vermikompos untuk menghasilkan pupuk kascing dan bio-enzim yang dapat digunakan sebagai bahan pembersih ramah lingkungan. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dilelehkan dan diubah menjadi plastic block, yang digunakan sebagai bahan bangunan. Menariknya, 70 persen struktur bangunan TPS3R ini dibuat menggunakan plastic block hasil daur ulang, bahkan beberapa telah diolah menjadi meja dan kursi.

Untuk sampah residu seperti popok, kain, dan styrofoam, TPS3R menerapkan teknologi inovatif yang mengubahnya menjadi paving block. “Proses ini telah melalui uji emisi dan uji kelayakan, sehingga produk akhirnya aman digunakan dan bisa menjadi alternatif pengganti kayu,” tambah Putu Gede Indra.

Komitmen Terhadap Pelestarian Lingkungan

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Plt. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa permasalahan sampah merupakan tantangan besar yang tidak hanya dihadapi Bali, tetapi juga dunia. “Penumpukan sampah yang tidak terkelola dapat berdampak buruk bagi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Oleh karena itu, solusi yang berbasis sumber seperti TPS3R ini perlu terus didorong,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memilah sampah dari rumah. “Keberhasilan TPS3R sangat bergantung pada partisipasi kita semua. Jika masyarakat berkomitmen memilah sampah sejak dari sumbernya, maka beban pengolahan di TPS3R akan lebih ringan dan lebih efektif,” tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya TPS3R Desa Gelgel yang menjadi contoh nyata pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan sistem yang efektif dan berdaya guna,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmennya terhadap lingkungan, PT Asta Manah Liang juga menginisiasi program penanaman satu pohon untuk setiap 10 ton sampah yang berhasil dikelola di TPS3R. Langkah ini diharapkan dapat membantu memperbaiki ekosistem sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Senada dengan itu, Sekretaris I TP PKK Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, mengajak para ibu rumah tangga dan anggota PKK untuk turut berperan dalam pengelolaan sampah dari rumah. “Ibu-ibu memiliki peran penting dalam mengajarkan pola hidup bersih dan kebiasaan memilah sampah sejak dini. Mari kita jadikan TPS3R Gelgel sebagai inspirasi untuk desa-desa lain di Bali,” ajaknya.

Dengan adanya TPS3R Desa Gelgel ini, diharapkan masyarakat Klungkung dan Bali pada umumnya dapat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Keberadaan fasilitas ini bukan hanya solusi bagi permasalahan lingkungan, tetapi juga membuka peluang inovasi dan pemberdayaan ekonomi berbasis daur ulang. Semoga inisiatif ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak daerah untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Berita Lainnya