Berita & Artikel

psel bali
Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Threads

Tinjau Proyek PSEL Bali, Menteri LH Targetkan Operasional 15 Bulan Lagi. Titik Terang untuk TPA Suwung?

Masalah tumpukan sampah di Bali sudah lama menjadi perhatian. Khususnya di kawasan TPA Suwung. Namun, kini ada angin segar. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Moh Jumhur Hidayat, baru saja turun langsung ke lapangan. Beliau meninjau lokasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali.

Kunjungan ini tentu membawa harapan baru. Sistem pengelolaan sampah di Pulau Dewata akan segera membaik. Lantas, bagaimana progres proyek ini? Selanjutnya, apa dampaknya bagi lingkungan kita?

Harapan Baru dari Proyek PSEL di Bali

Pada hari Rabu (10/6), Menteri LH meninjau area seluas 6 hektare di Denpasar. Lokasinya berada di sisi barat TPA Suwung. Tepatnya di kawasan Mangrove Arboretum Park. Proyek infrastruktur ini akan menjadi solusi jangka panjang. Tujuannya adalah menekan volume sampah di tempat pembuangan akhir.

“Ya, saya rasa sudah ada perencanaan sampai 15 bulan. September tahun depan sudah bisa beroperasi,” tegas Jumhur Hidayat.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal yang sangat positif. Mengubah sampah menjadi energi listrik tentu sangat menguntungkan. Hal ini memecahkan krisis lahan di TPA Suwung. Selain itu, proyek ini menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Pesan Penting Menteri LH untuk Armada Truk

Teknologi PSEL memang menawarkan solusi canggih. Meskipun demikian, operasional harian tetap membutuhkan pengawasan ketat. Salah satu kekhawatiran masyarakat adalah dampak lingkungan dari pengangkutan sampah.

Oleh karena itu, Menteri LH memberikan pesan tegas. Pemerintah daerah harus memastikan kesiapan armada truk pengangkut sampah. Beliau menekankan agar truk tidak meninggalkan “jejak” di jalanan.

Cairan lindi tidak boleh menetes ke jalan raya. Sampah yang berceceran dapat menimbulkan polusi bau. Lebih lanjut, hal ini bisa mencemari lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, langkah preventif operasional sangatlah penting.

Sinergi Asta Manah Liang dalam Ekosistem Sampah

Kehadiran PSEL sebagai solusi hilir patut kita dukung. Namun, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas akhir. Pengelolaan sampah sejak dari sumbernya adalah kunci utama. Tujuannya agar beban PSEL tidak overload.

Di sinilah Asta Manah Liang mengambil peran strategis. Kami fokus pada manajemen sampah berkelanjutan. Oleh karena itu, kami percaya pemilahan sampah organik dari sumbernya berdampak sangat besar.

Asta Manah Liang menghadirkan teknologi komposter canggih. Kami juga menggunakan metode vermicomposting untuk mengolah limbah organik. Dengan demikian, pengolahan menjadi lebih efisien dan higienis.

Selain itu, sistem monitoring digital kami memastikan sisa makanan bisnis Anda selesai di tempat. Hasilnya berupa pupuk organik berkualitas. Hal ini tentu mencegah pencemaran lindi di jalanan Bali.

Mari Wujudkan Bali Bersih Bersama

Pemerintah telah mengambil langkah besar melalui proyek PSEL. Sekarang, giliran kita untuk ikut ambil bagian. Mari kelola sampah organik Anda secara mandiri dan modern bersama Asta Manah Liang. Karena setiap langkah kecil kita sangat berarti bagi lingkungan.

Berita Lainnya