Berita & Artikel

kunjungan LH
Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Threads

Sukses Jadi Percontohan! Inilah Alasan Deputi Menteri Lingkungan Hidup dan Kadis LH Klungkung Turun Langsung ke TPS3R Manah Liang

Sebuah kebanggaan besar baru saja hadir di tengah masyarakat kita. Fasilitas pengelolaan sampah kebanggaan desa, TPS3R Manah Liang, baru saja menerima kunjungan istimewa dari Deputi Menteri Lingkungan Hidup beserta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kabupaten Klungkung.

Kunjungan ini bukanlah sekadar agenda formalitas biasa. Kehadiran para petinggi lingkungan hidup ini membawa satu tujuan utama: melihat langsung bukti nyata dari inovasi pengolahan sampah berbasis lingkungan yang sukses kita jalankan dan kini resmi menjadi program percontohan.

Lantas, apa yang membuat TPS3R Manah Liang begitu spesial hingga menarik perhatian tingkat kementerian dan kabupaten? Berikut adalah rahasia di balik kesuksesan tersebut.

Mengubah Masalah Menjadi Berkah Berbasis Lingkungan

Selama ini, sampah organik sering kali menjadi masalah utama di berbagai daerah karena menimbulkan bau tak sedap dan penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, di TPS3R Manah Liang, kita mengubah paradigma tersebut.

Deputi Menteri Lingkungan Hidup dan Kadis LH Klungkung memberikan apresiasi tinggi karena kita tidak hanya memilah sampah, tetapi juga memprosesnya kembali ke alam melalui siklus yang menguntungkan secara ekonomi dan ekologi. Dua inovasi utama yang menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut adalah:

1. Pemanfaatan Maggot (Black Soldier Fly)

Para pejabat yang hadir secara langsung meninjau area budidaya maggot BSF di fasilitas kita. Maggot dikenal sebagai “pasukan pengurai” paling efektif di alam. Mereka mampu mengonsumsi sampah organik rumah tangga (seperti sisa makanan dan sayuran) dalam waktu yang sangat singkat dan dalam jumlah yang masif.

Hasilnya? Sampah organik habis tak bersisa, dan maggot yang sudah gemuk bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ikan berprotein tinggi. Ini adalah wujud nyata dari konsep circular economy (ekonomi sirkular) yang sangat didorong oleh pemerintah pusat.

2. Budidaya Cacing (Vermikompos)

Selain maggot, delegasi Kementerian dan Dinas LH juga dibuat kagum dengan sistem budidaya cacing yang kita kembangkan. Sampah organik dan kotoran ternak yang telah melalui proses awal kemudian diurai oleh cacing tanah unggulan.

Proses ini menghasilkan pupuk organik berkualitas super yang disebut Kascing (Bekas Cacing). Pupuk ini sangat kaya akan unsur hara, ramah lingkungan, dan siap digunakan untuk menyuburkan lahan-lahan pertanian warga tanpa harus bergantung pada pupuk kimiawi.

Bukti Nyata Kerja Keras Bersama

“Menjadi fasilitas percontohan bukanlah hal yang bisa diraih dalam semalam,” demikian apresiasi tersirat dari kunjungan tersebut. Kesuksesan inovasi maggot dan cacing di TPS3R Manah Liang adalah bukti nyata dari konsistensi, manajemen operasional yang baik, dan tentunya, partisipasi aktif dari seluruh warga yang sudah mulai disiplin memilah sampah dari rumah.

Kehadiran Deputi Menteri dan Kadis LH Klungkung mengonfirmasi bahwa metode yang kita gunakan adalah solusi masa depan. TPS3R Manah Liang kini tidak hanya sekadar tempat membuang sampah, melainkan pusat edukasi, inovasi ekologi, dan penggerak ekonomi sirkular desa yang patut ditiru oleh daerah lain.

Mari Terus Lanjutkan Praktik Baik Ini!

Kunjungan dan apresiasi dari pemerintah pusat serta daerah ini harus menjadi bahan bakar semangat baru bagi kita semua. Inovasi budidaya cacing dan maggot di TPS3R Manah Liang tidak akan bisa berjalan optimal tanpa dukungan warga yang disiplin memisahkan sampah organik dan non-organik dari dapur masing-masing.

Mari kita pertahankan status percontohan ini. Bersama-sama, kita wujudkan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan mandiri!

Berita Lainnya